Will the flowers that bloomed painfully be beautiful?
Letter 01
22 Juli 2026
On Letting Things Bloom
Will the flowers that bloomed painfully be beautiful?
Apakah benar sesuatu yang menyakitkan akan membentuk diriku menjadi orang yang lebih baik?
Dan kalau kamu punya pertanyaan yang sama, jawabanku:
Yes. But maybe not in the way you imagined.
Bunga itu tidak menjadi indah karena ia menderita.
Ia menjadi indah karena ia tetap tumbuh meskipun mengalami sesuatu yang menyakitkan.
Kita sering merasa harus menemukan sesuatu yang indah dari setiap luka. Seolah-olah setelah sembuh, kita bisa melihat ke belakang dan berkata,
"Aku bersyukur pernah terluka." or "semua lukaku membentuk aku dihari ini"
But maybe you don't have to.
Kadang luka ya tetap luka. Ia tetap menyakitkan
Pain doesn't have to become beautiful for your growth to be meaningful.
Dulu aku berpikir memperbaiki diri berarti menjadi seseorang yang tidak mudah terluka.
Tidak merasakan sakit.
Tidak mudah percaya.
Tidak terlalu membutuhkan orang lain.
So I built walls.
Awalnya, tembok itu terasa seperti perlindungan.
Sampai akhirnya aku sadar, tembok yang kubangun untuk melindungi diri ternyata juga membuatku terjebak di dalamnya.
Aku tidak terluka.
Tapi aku juga tidak benar-benar keluar.
Aku merasa aman didalamnya sambil mengetahui bahwa ketidakamanan itu menunggu diluar.
Ini membuat perlindungan yang aku bangun penyebab aku hidup dalam ketakutan.
Jadi, aku mencoba memahami kenapa aku membangunnya sejak awal.
Kenapa aku takut.
Kenapa aku selalu bersiap untuk hal buruk.
Ternyata dulu aku hanya sedang berusaha melindungi diriku.
She was scared.
She didn't know any other way.
Kupikir aku aman, dalam rasa takut yang tersembunyi underneath, hanya karena distraksi yang membuatku lupa.
Dan sekarang aku mencoba untuk tidak membenci diriku yang dulu.
Aku hanya perlu mengajarinya: "aku bisa menjagamu dengan cara yang berbeda"
Aku mengajarinya untuk tidak bersembunyi didalam tembok yang kami bangun, dan memberi tahunya bahwa membuka tembok itu juga berarti menerima fakta bahwa aku bisa terluka lagi.
Karena healing tidak membuat kita kebal.
Orang masih bisa mengecewakanmu.
Kamu masih bisa kehilangan.
Masih bisa menangis.
Mungkin aku memperbaiki diriku bukan supaya aku tidak terluka.
Tapi supaya aku tetap baik-baik saja meski hal menyakitkan sedang terjadi.
aku mengajari diriku bagaimana caranya kembali kepada diriku sendiri.
Im trying to letting things bloom
Tidak memaksa luka menjadi pelajaran.
Tidak memaksa semuanya menjadi indah.
Karena luka itu memang pernah menjadi bagian dari diriku.
Tapi ia bukan keseluruhan diriku.
Dan untuk sekarang, itu sudah cukup.
Komentar
Posting Komentar